Renungan Harian

30 Agustus

30 Agustus

Hari Minggu Biasa XXII

Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus, ”Enyahlah, Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Matius 16:23).

Yer. 20:7-9; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27.

Penulis: Yos Hartono Effendi

Pikiran Allah vs Pikiran Manusia
Matius 16:21-27

Generated by ChatGPT

Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus, ”Enyahlah, Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Matius 16:23).

Sungguh menarik perkataan Yesus ini. Pikiran Allah sering sukar dipahami oleh manusia. Saat Yesus menerima berita bahwa sahabatNya, Lazarus, sedang sakit keras di Betania, Ia tidak segera pergi ke sana. Ia malah tinggal dua hari lagi di tempat Ia berada. Akibatnya, Lazarus telah meninggal dunia dan dikuburkan selama empat hari sebelum akhirnya Yesus tiba di Betania (Lukas 11). Yesus yang dikenal sebagai orang yang penuh belas kasihan dan mudah tersentuh hatinya, mengabaikan dan terkesan berbicara kasar kepada Perempuan Kanaan dengan berkata,”Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (Matius 15).

Sebagai umat Kristiani yang bijaksana, kita jangan berhenti pada kalimat yang tercetak tebal di atas. Kita harus membaca kisahnya sampai selesai. Semuanya berakhir dengan happy ending dan kemuliaan Allah dinyatakan. Pikiran manusia sering bersifat ego sentris dengan berpusat pada keinginan daging, kenyamanan / kenikmatan fisik, dan kepentingan diri sendiri, sedangkan pikiran Allah berpusat pada kekudusan dan kedaulatan Ilahi. Tuhan menyelidiki dan mengetahui setiap isi hati serta pikiran terdalam manusia, sementara manusia tidak mampu menyelami rencana Allah sepenuhnya tanpa iman. Namun, janganlah berpikir bahwa jika kita tidak mampu mengetahui pikiran dan rencana Allah maka hiduplah sesukanya dengan memuaskan segala keinginan tidak teratur yang muncul. Ingatlah bahwa Yesus pernah berkata kepada murid-muridNya (dan kini kepada kita) bahwa jika kita mau menjadi pengikut Kristus, kita harus bersedia menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia.

Sebagai umat Katolik yang sudah terjun pelayanan puluhan tahun, saya menyadari bahwa betapa pentingnya membaca dan merenungkan Sabda Allah setiap hari. Namun pada kenyataannya, saya seringkali mengabaikan hal itu. Sebaliknya, jika sehari saja saya tidak melihat medsos (baik Facebook maupun Youtube), saya merasa ada yang kurang dari diri saya. Firman Allah pada hari ini jelas sekali menegur saya dan mengajak saya untuk berpikir dan bertindak secara dewasa dalam iman.

Dalam Bahasa Inggris, kutipan Matius 16:23 adalah : Jesus turned and said to Peter, ”Get behind me, Satan !”. Ketika kita mau bertobat dan hidup benar di hadapanNya maka setan dan godaannya harus kita tempatkan di belakang kita. Mata rohani dan pikiran kita, kita arahkan ke depan, kepada Kristus. Kedagingan harus dikalahkan karena kita adalah milik Kristus dan bukan milik dunia. Apakah hal itu mungkin ? Bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.

Doa : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah teladan hidupku. Berilah aku rahmat dan kekuatan agar mau memikul salibku di dunia tanpa bersungut-sungut. Berilah aku pengertian yang benar dan hapuslah kegelapan akal budiku agar aku semakin menyadari bahwa hidup sejatiku adalah bersatu denganMu di keabadian.

Renungan Lainnya

23 Agustus

23 Agustus

Yes. 22:19-23; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,6,8bc; Rm. 11:33-36; Mat. 16:13-20. (PB TB2)

Gereja yang didirikan Yesus Kristus
Mat 16:13-20

18 Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa pun yang kauikat di bumi akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di bumi akan terlepas di surga.”

09 Agustus

09 Agustus

1Raj 19:9a.11–13a; Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14; Rm 9:1-5; Mat 14:22–33

Tangan Yang Mendesak, Tangan Yang Memegang: Mengenali Kristus sebelum angin reda.
Matius 14:22–33

Angin baru reda sesudah Yesus naik ke perahu, bukan sebelumnya — sebab iman bukan menunggu keadaan membaik, melainkan mengenali Kristus yang datang dan memegang kita justru di tengah badai.

“Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!”

Matius 14:27

26 Juli

26 Juli

1Raj 3:5,7-12 · Mzm 119:57,72,76-77,127-128,129-130 · Rm 8:28-30 · Mat 13:44-52

Jala Itu Tidak Menyaring di Tengah Laut: Pekerjaan malaikat dan pekerjaan yang diserahkan kepada kita.
Matius 13:44-52

“Setelah penuh, jala itu diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam tempayan dan ikan yang tidak baik mereka buang.”

Matius 13:48