
Sungai Yordan merupakan sumber air yang penting bagi kehidupan di sekitarnya, termasuk wilayah Israel. Aliran airnya dari utara ke selatan, bersumber dari dalam sebuah gua yang terletak di kaki Gunung Hermon. Sejak abad ke-3 SM, Pan dewa hutan dihormati di gua itu, sehingga daerah itu disebut Paneas atau Banias. Kaisar Agustus menghadiahkan Banias kepada raja Herodes Agung, yang segera membangun kuil di dekat gua itu, untuk menghormati Kaisar. Kemudian anaknya, Herodes Filipus, membangun kota di sekitarnya dan diberi nama Kaisarea, yang kemudian lebih dikenal sebagai Kaisarea Filipi.
Di Kaisarea Filipi inilah, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia atau nabi lainnya. Yesus bertanya apa pendapat murid-murid-Nya. Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:16). ‘Mesias’ berasal dari kata Ibrani: ‘Mashiach’ (Yunani: christos), berarti “yang diurapi”. Pengurapan menjadi tanda bahwa seseorang dipilih dan diutus Allah, untuk menjalankan tugas khusus, seperti imam, nabi atau raja. Sebagai Anak Allah, Yesus berkuasa bersama-sama dengan Allah di surga dan di bumi. Yesus diutus ke bumi sebagai Mesias, Juruselamat umat Allah, supaya mengenal Allah yang benar dan membawanya kepada Allah. Karena Dia berasal dari Surga, maka dengan pasti mengetahui jalan yang benar untuk menuju ke sana.
Yesus berkata, “Berbahagialah engkau Simon anak Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di Surga” (Mat 16:17). Petrus mengetahui kebenaran jati-diri Yesus dan keyakinannya tidak terpengaruh oleh pendapat orang banyak. Pernyataannya ini menghadapi konsekuensi yang tidak ringan. Bagi orang Yunani/Romawi, Yesus menjadi ‘saingan’ dewa dan kaisar. Bagi orang Yahudi, menyamakan diri dengan Allah, pantas dihukum mati. Sehingga Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus. Di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan gereja-Ku. Dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:18).
Yesus Anak Allah, telah mendirikan Gereja-Nya di atas Rasul Petrus, yang dipujinya sekokoh batu karang. Seperti Elyakim bin Hilkia, yang dipilih Allah untuk menjadi bapa bagi umat-Nya (Yes 22:23). Bagai patok yang ditancapkan di tembok kokoh, keduanya ditentukan, menjadi penjaga ajaran iman yang benar. Yesus Kristus berkata kepada Petrus, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa pun yang kauikat di bumi akan terikat di surga. Dan apa pun yang kaulepaskan di bumi, akan terlepas di surga.” (Mat 16:19). Ungkapan ‘kunci Kerajaan Surga’, terasa lebih tinggi dari ‘kunci rumah Daud’ yang diberikan kepada Elyakim bin Hilkia (Yes 22:22). Yesus memberikan kuasa kepada Petrus untuk menggembalakan Gereja-Nya. Gereja Katolik adalah satu-satunya Gereja yang didirikan Yesus Kristus di bumi, dimana kepemimpinannya berkelanjutan dimulai dari Rasul Petrus. Kenyataan bahwa Gereja katolik tetap berdiri hingga sekarang, meski menghadapi begitu banyak tantangan dari dalam maupun dari luar, adalah bukti Tuhan Yesus senantiasa melindunginya.
Bacaan ini meneguhkan pilihan untuk berada dalam Gereja Katolik. Pengikut Kristus diharapkan untuk bersikap kokoh seperti batu karang, dalam menghidupi iman yang benar. Juga bersedia mengasah iman dan ikut berperan dalam kehidupan Gereja. Yesus Anak Allah yang hidup, adalah sumber kehidupan Gereja-Nya. Air hidup yang diterima oleh orang-orang percaya dari Yesus Kristus, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (bdk Yoh 4:14). Dan semoga Gereja Katolik senantiasa menjadi wadah mata air kehidupan bagi umat-Nya. Amin.