Kerajaan Allah sering digambarkan seperti perjamuan pesta. Dalam Kerajaan Allah, salah satu di antara cirinya adalah tidak lagi ada orang yang kelaparan. Dalam bacaan Injil, Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah terwujud dengan kuasa surgawi-Nya menggandakan roti. Kita pun diajak untuk membagikan kuasa-Nya mewujudkan Kerajaan Allah itu kepada sesama. Di sini. Di dunia ini. Sekarang.
Kalau kita sedikit mencermati bacaan Injil, Matius mengisahkan bahwa Yesus tidak membagi-bagikan roti itu langsung kepada orang banyak. Setelah memecah-mecah roti itu, Yesus memberikan roti itu kepada murid-murid-Nya dahulu. Baru kemudian, para murid itu memberikannya kepada orang banyak (bdk. ay. 19).
Perhatikan bahwa roti di sini tidak diberikan Yesus kepada para murid untuk dimakan (sendiri). Namun, supaya mereka membagikan kepada orang banyak. Para muridlah yang membagikan roti yang disediakan Yesus sehingga orang banyak itu makan sampai kenyang.
Nyata di sini bahwa, para murid yang awalnya kurang percaya, akhirnya diyakinkan oleh kuasa yang dibagikan Yesus kepada para murid. Ya, Yesus membagikan kuasa-Nya itu kepada para murid.
Sejauh kita percaya, maka kita pun dapat membagikan kuasa Yesus yang telah kita terima. Jika kita percaya, maka kita pun diberi kuasa untuk membagikan ”roti”, makanan, rezeki yang telah kita terima dari Allah, kepada sesama yang berkekurangan. Kuasa yang diberikan Tuhan kepada kita itu, harus kita bagikan agar terwujudlah Kerajaan Allah di dunia ini.
Kita berusaha agar tidak ada lagi orang yang lapar. Agar Kerajaan Allah terwujud mulai dari dunia ini. Harapan ini terus dipelihara sejak zaman perjanjian lama. Bahwa sejak zaman nabi Yesaya, Allah berjanji akan memberikan kasih setia-Nya selama-lamanya.
Dalam bacaan pertama, Allah, melalui Nabi Yesaya, mengajak umat-Nya yang tidak berdaya untuk datang makan dan minum sampai kenyang (bdk. Yes. 55:1). Ini merupakan lambang kasih setia Allah yang merupakan suatu perjanjian kekal abadi Allah kepada manusia (bdk. Yes. 55:3).
Kita mungkin seperti para murid, kurang sadar dan kurang percaya, bahwa kita merupakan saluran kasih setia Allah itu. Kita kurang sadar dan kurang percaya bahwa pesan semua orang harus dikeyangkan adalah juga tanggung jawab kita.
Yesus berkata:
”kamu harus memberi mereka makan!” (ay. 16).
Ayat ini juga ditujukan kepada kita. Jika saat ini kita kurang sadar tugas itu dan kurang percaya, maka kita harus menyerahkan apa pun yang kita miliki kepada Tuhan dan membagi-bagikan apa yang kita punya itu bersama Dia. Dengan berkat Tuhan, kekurangan kita menjadi kelimpahan bagi sesama.
Semoga kita kini semakin sadar dan percaya, bahwa apa pun yang kita punya, asalkan kita serahkan kepada Tuhan dan kita mohonkan berkat-Nya, kita akan dapat berbagi kepada sesama dan menjadi kelimpahan. Dengan demikian kita menjadi saluran berkat dan kuasa Tuhan bagi mereka yang lapar dan memerlukan pertolongan. Dengan demikian kasih setia Allah, Kerajaan Allah, hadir sejak dahulu, kini dan selama-lamanya. Amin.