Artikel

Tanggal Tayang:

28 Agustus 2026

Penulis:

Paulina Novida

Parafrasa: Menyampaikan Kembali Gagasan dengan Bahasa yang Berbeda

Parafrasa adalah salah satu keterampilan penting dalam berbahasa dan menulis. Secara sederhana, parafrasa berarti menyampaikan kembali suatu gagasan, informasi, atau teks dengan kata-kata dan susunan kalimat yang berbeda tanpa mengubah makna pokoknya.

Secara etimologis, istilah parafrasa berkaitan dengan kata paraphrase dalam bahasa Inggris. Kata tersebut ditelusuri berasal dari bahasa Prancis paraphrase, yang berakar pada bahasa Latin paraphrasis dan bahasa Yunani paraphrasis. Secara umum, istilah tersebut merujuk pada penyampaian atau pengungkapan kembali sesuatu dengan kata-kata lain. Dengan demikian, parafrasa bukan sekadar mengganti beberapa kata, melainkan menyampaikan kembali suatu gagasan dalam bentuk yang berbeda dengan tetap mempertahankan maknanya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), parafrasa adalah pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian. Parafrasa juga berarti penguraian kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susunan kata-kata yang lain dengan maksud menjelaskan makna yang terkandung atau tersembunyi di dalamnya.

Menurut Stephen Bailey dalam Academic Writing: A Handbook for International Students (2011), parafrasa melibatkan penulisan kembali suatu teks sehingga bentuk bahasanya berbeda secara substansial, tetapi isi atau maknanya tetap sama. Artinya, parafrasa yang baik harus mampu mempertahankan gagasan utama sumber meskipun pilihan kata dan struktur kalimatnya berubah.

Parafrasa bertujuan untuk membantu pembaca atau penulis memahami suatu gagasan dengan lebih baik. Parafrasa juga dapat digunakan untuk menjelaskan informasi yang kompleks dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Dalam penulisan akademik, parafrasa membantu penulis menggunakan dan mengembangkan gagasan dari sumber lain tanpa harus selalu mengutipnya secara langsung. Namun, jika gagasan atau informasi tersebut berasal dari karya orang lain, sumbernya tetap perlu dicantumkan.

Pada akhirnya, parafrasa adalah cara menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa dan susunan kalimat yang berbeda tanpa mengubah makna aslinya. Kemampuan ini tidak hanya membutuhkan keterampilan mengganti kata, tetapi juga pemahaman yang tepat terhadap isi sumber. Karena itu, parafrasa yang baik harus tetap setia pada makna, menggunakan ungkapan sendiri, dan mencantumkan sumber apabila gagasan tersebut berasal dari karya orang lain.

 

Sumber:

  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), entri “parafrasa”.
  • Bailey, S. (2011). Academic Writing: A Handbook for International Students (3rd ed.). Routledge.
  • Merriam-Webster Dictionary. “Paraphrase” – informasi mengenai definisi dan sejarah kata.
  • Online Etymology Dictionary. “Paraphrase” – informasi mengenai asal-usul dan perkembangan kata.

Artikel

Parafrasa: Menyampaikan Kembali Gagasan dengan Bahasa yang Berbeda

Artikel Lainnya

Menafsirkan Alkitab, Apa Boleh?

Pernahkah kita membaca satu ayat Alkitab lalu berkata, “Menurut saya, ayat ini artinya begini…”? Apakah kita memang boleh..

Baca lebih lanjut

Pertobatan Ekologis — dari Hal Sederhana

Usai Misa pukul 11.00 di Paroki Katedral Jakarta, yang paling lama saya pandangi justru tempat sampah. Sambil menunggu..

Baca lebih lanjut

Mencari Tema Alkitab Menggunakan Konkordansi Alkitab

Pernahkan teman-teman mencari satu pokok pikiran dalam Alkitab, entah karena kita diminta untuk membahasnya atau karena kita sedang..

Baca lebih lanjut