Judul suatu tulisan renungan sangat penting peran dan artinya. Berdasarkan judul itu pembaca mengharapkan uraian yang tersaji dalam tulisan. Karena itu, menulis judul perlu memperhatikan beberapa hal:
- Judul mesti mudh dimengerti; cepat ditangkap maksudnya.
- Judul tidak berupa kalimat
- Judul mewakili isi tulisan (Judulnya TEMPE, isi tulisannya tentang TAHU. Judul yang salah).
- Judul sebaiknya menarik (membuat calon pembaca berminat membaca isi tulisan)
Perhatikan judul tulisan LAHIRNYA BERHALA BARU.
Jelas, yang utama yang akan dibahas adalah BERHALA. Sedang LAHIRNYA itu topik pendukung.
Dalam tulisan, topik (kata) tentang berhala mesti muncul; bahkan berulang kali (perhatikan kata BERHALA yang dicetak miring).
Kata BERHALA ditulis tiga kali dalam konteks yang berbeda:
- Sebagai awal tulisan (alinea pertama)
- Sebagai bagian dari isi (alinea ketiga)
- Sebagai bagian dari penutup (alinea terakhir)
Itu salah satu contoh dan cara menulis judul.
Judul bisa ditulis di awal, sebelum menuliskan isi tulisan, untuk mengarahkan penulis dalam menuangkan tulisannya. Tetapi judul bisa direvisi atau dikoreksi setelah seluruh tulisan selesai. Disesuaikan dengan isi seluruh tulisan agar judul mewakili isi.
Ada kemungkinan beberapa judul untuk tulisan LAHIRNYA BERHALA BARU
- MENYEMBAH BERHALA BARU
- MENCIPTAKAN BERHALA BARU
- BAHAYA BERHALA BARU
Penulis memutuskan untuk memberi judul LAHIRNYA BERHALA BARU, karena mau menekankan pada proses lahirnya. Bukan pada penyembahan dan penciptaannya. Judul ketiga (BAHAYA BERHALA BARU) terlalu lemah. Menarik perhatian pembaca tetapi tidak secara kuat mewakili isi.
Terima kasih. Tuhan memberkati.