JAKARTA — Upaya untuk semakin mendekatkan umat kepada Sabda Tuhan mulai dipersiapkan di Gereja Santa Perawan Maria Ratu, Paroki Blok Q. Pada Senin, 28 September 2026, Ketua Komunitas Joy of Discovery (JOD), Ibu Otty, bersama Wakil Ketua JOD, Pak Bayu, bertemu dengan pengurus paroki untuk membicarakan rencana penyelenggaraan Kursus Joy of Discovery pada tahun 2027.
Pertemuan tersebut dihadiri Ibu Melani dari DPH bidang Pewartaan, Ibu Natalina selaku Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS), serta Ibu Tria selaku Ketua Lingkungan. Pembicaraan berlangsung bersamaan dengan penyusunan rencana kerja dan anggaran DPP dan DKP tahun 2027. Salah satu program yang direncanakan adalah Kursus Joy of Discovery secara tatap muka, yang diharapkan dapat dimulai sekitar Juni atau Juli 2027.
Gagasan menghadirkan JOD di Paroki Blok Q mendapat dukungan Pastor Paroki, Romo Dedo da Gomez, SJ. Ketika sebelumnya bertugas sebagai Pastor Paroki Santa Theresia Menteng, Romo Dedo juga menjadi moderator Komunitas JOD. Berangkat dari pengalaman tersebut, beliau merekomendasikan agar Kursus JOD dapat diperkenalkan kepada umat di Paroki Blok Q.
Namun JOD bukan sekadar sebuah kursus Kitab Suci. Nama Joy of Discovery mengungkapkan semangat yang ingin dibangun: sukacita karena menemukan sendiri kekayaan Sabda Tuhan. Umat diajak bukan hanya mendengar penjelasan tentang Kitab Suci, tetapi membaca, menggali, bertanya, berdiskusi, dan menemukan pesan Tuhan yang berbicara bagi kehidupan mereka.
Dua Dekade Menekuni Sabda
Komunitas JOD telah menjalani perjalanan pelayanan selama sekitar 20 tahun. Semangat untuk membantu umat semakin akrab dengan Kitab Suci terus diwariskan melalui berbagai kursus dan komunitas.
Di Paroki BMV Katedral Bogor, Kursus JOD pada tahun 2026 telah memasuki angkatan ketiga. JOD juga pernah dikembangkan secara khusus bagi Orang Muda Katolik (OMK), serta diselenggarakan di Paroki Santo Lukas Sunter pada 2011–2012.
Peluang pelayanan JOD juga terbuka lebih luas. Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX, Uskup Padang, telah menyampaikan tawaran untuk menghadirkan Kursus JOD di Keuskupan Padang.
Harapan dari setiap pembukaan JOD di suatu paroki bukanlah agar pelayanan tersebut terus bergantung pada tim dari luar. Sebaliknya, para peserta diharapkan bertumbuh menjadi fasilitator dan trainer yang kelak mampu menyelenggarakan dan mengembangkan JOD secara mandiri di parokinya.
Dengan demikian, yang ditanam bukan semata sebuah program, melainkan budaya mencintai dan menekuni Sabda Allah. Mereka yang telah mengalami sukacita menemukan Sabda diharapkan kemudian membantu orang lain mengalami sukacita yang sama.
Pertemuan pada 28 September itu mungkin merupakan langkah kecil. Namun pewartaan memang sering bermula dari sebuah benih kecil: percakapan, perjumpaan, dan kerinduan bersama untuk semakin mengenal Tuhan.
Semoga benih JOD yang mulai dipersiapkan di Paroki Blok Q dapat bertumbuh dan berbuah: melahirkan semakin banyak umat yang mencintai Kitab Suci, menemukan Tuhan dalam Sabda-Nya, dan dengan sukacita membagikan penemuan itu kepada sesama.