“Jangan terburu-buru membuat kesimpulan sebelum memahami perjalanan teks.”
Kalimat ini sangat penting dan berlaku secara umum. Sering timbul pertanyaan, “Saya sudah membaca teksnya. Saya juga sudah membaca beberapa penjelasan buku referensi, para ahli. Tetapi, apa kesimpulannya?”
Kesimpulan bukan sekadar mengulang isi bacaan. Kesimpulan adalah rumusan singkat tentang inti pesan yang ditemukan setelah kita membaca, memahami konteks, mempertimbangkan referensi / penafsiran, dan menghubungkannya dengan kehidupan.
Sebelum memulai proses pembuatan kesimpulan, sebaiknya perlu mengenali pola narrasi – susunan teks yang akan dibaca. Pola teksnya dapat berupa : kesimpulan di depan lalu penjelasan sesudahnya (sering disebut juga deduktif atau direct approach, piramida); atau penjelasan dahulu lalu akhirnya kesimpulan (sering disebut induktif atau indirect approach, piramida terbalik).
Kapan menggunakan 2 pola di atas?
Pola pertama “Kesimpulan dahulu”, cocok untuk: artikel informatif; artikel web; berita; laporan; bahan presentasi; pembaca yang membutuhkan jawaban cepat. Rumusnya: Kesimpulan → Penjelasan → Bukti/Contoh.
Pola kedua “Perjalanan menuju kesimpulan”, cocok untuk: renungan; sharing iman; refleksi; homili; tulisan naratif; tulisan yang ingin mengajak pembaca berpikir. Rumusnya: Cerita/Fakta → Pertanyaan → Refleksi → Makna → Kesimpulan.
Tulisan ini akan membahas pola kedua – induktif, yaitu Fakta/teks → Pengamatan → Penjelasan → Analisis → Pertimbangan → Kesimpulan.
Dimana Posisi “kesimpulan” dalam rangkaian proses? Lihat tabel berikut.
| Hal | Pertanyaan yang perlu dijawab |
| Isi teks | Apa yang terjadi dalam teks / perikop? |
| Konteks | Mengapa hal itu dikatakan? Kepada siapa? Dalam situasi apa? |
| Tafsiran | Apa makna teks menurut ahli/penafsir, referensi lainnya? |
| Refleksi | Apa yang berbicara kepada saya? |
| Kesimpulan | Jadi, apa inti pesan yang dapat saya rumuskan? |
| Penerapan | Apa yang sebaiknya saya lakukan? |
Ada 5 langkah yang disarankan dilakukan dalam menemukan kesimpulan: BACA → TEMUKAN → PAHAMI → SARING → RUMUSKAN.
- Baca teks / perikop secara utuh, jangan terburu-buru. Jangan langsung mencari ayat yang disukai.
- Cari: tokoh; tindakan; kata yang berulang; masalah; perubahan; perkataan penting; ayat yang menjadi puncak cerita.
- Tanyakan: “Apa maksud penulis ketika mengatakan hal ini?”. Di sini perlu dikaitkan dengan konteks sejarah, budaya, bentuk sastra dan hubungan dengan informasi yang sesuai.
- Saat membaca beberapa buku referensi/ tafsiran, jangan langsung memasukkan semuanya. Tanyakan: Apa yang sama? Apa yang berbeda? Apa yang paling kuat didukung oleh teks? Apakah penafsiran itu sesuai dengan tujuan utama? Dalam pendekatan Katolik, Kitab Suci perlu dibaca dalam kesatuan seluruh Kitab Suci, Tradisi Gereja dan keselarasan iman.
- Gunakan formula sederhana: TEKS + MAKNA + PESAN = KESIMPULAN. Atau lebih praktis: “Karena itu, perikop ini mengajak kita untuk…. (Catatan penting: Pengalaman seseorang akan sangat menentukan kualitas isi kesimpulan)
Sebelum menuliskan kesimpulan, cek kembali dan tanyakan dalam “Checklist” berikut :
- Apa pokok utama teks /perikop?
- Siapa tokoh utamanya?
- Apa yang dilakukan atau dikatakan?
- Apa kata kuncinya?
- Apa konteksnya?
- Apa maksud penulis?
- Apa hubungan dengan ayat sebelum dan sesudahnya?
- Apa kesamaan pendapat para penafsir / buku referensi lainnya?
- Apa perbedaan pendapat mereka?
- Apa inti yang dapat dipertanggungjawabkan?
- Apakah kesimpulan saya terlalu umum?
- Apakah kesimpulan saya benar-benar berasal dari teks?
Akhirnya agar mudah diingat, berikut Rumus Saku Membuat Kesimpulan:
- Apa yang dikatakan teks?
- Apa maksudnya?
- Apa kata kunci/pesan utamanya?
- Apa yang dikatakan para penafsir / referensi lainnya?
- Apa titik temunya?
- Apa pesan utama yang dapat dirumuskan?
- Tuliskan dalam 1–3 kalimat.
Sebagai kalimat penutup artikel ini, “Kesimpulan yang baik bukanlah kalimat terakhir yang kita tulis, melainkan inti kebenaran yang kita temukan setelah membaca dengan teliti, memahami dengan benar, dan merenungkan dengan hati terbuka.”
DAFTAR PUSTAKA
- Ottygea (2015). Buku Peserta Joy of Discovery. Kanisius.
- Berbagai pengetahuan dan pengalaman sebagai dosen Akademi Sekretari dan Manajemen Don Bosco
- Beberapa bahan di internet