Membaca sebuah perikop tidak sama dengan sungguh-sungguh melihatnya. Mata dapat melewati setiap kalimat, tetapi pikiran belum tentu menangkap pola yang sedang dibangun pengarang. Di sinilah Kata Kunci berperan. Kata Kunci adalah kata atau frasa yang memegang peranan penting dalam perikop dan membantu pembaca melihat apa yang sedang ditekankan pengarang. Karena itu, pencariannya bukan sekadar kegiatan menandai sebanyak mungkin kata, melainkan latihan melihat dengan cermat.
Mulailah dalam bimbingan Roh Kudus
Sebelum mata bekerja, hati lebih dahulu berdoa. Kitab Suci ditulis dalam ilham Roh Kudus, maka ia harus dibaca dan ditafsirkan dalam Roh yang sama. Roh yang dahulu membimbing para penulis suci memilih kata-kata mereka, kini membimbing kita yang membacanya. Karena itu, setiap kali hendak meneliti sebuah perikop, mulailah dengan doa: mohon agar Roh Kudus membuka mata dan hati kita. Bimbingan-Nya tidak menggantikan ketekunan kita meneliti – justru melalui ketekunan itulah Ia bekerja, menuntun mata kita kepada kata-kata yang membawa pesan Allah.
Tidak semua kata sama pentingnya
Sebuah perikop dibangun dari kata-kata, tetapi tidak semua kata memiliki peran yang sama. Ada kata-kata tertentu yang menonjol karena berkaitan erat dengan arah dan pesan utama perikop. Jika kata-kata itu diabaikan, pemahaman terhadap perikop dapat menjadi kabur. Itulah yang kita sebut Kata Kunci. Dalam metode Joy of Discovery, menemukan Kata Kunci merupakan salah satu kegiatan awal dalam Langkah I, Meneliti. Dari sanalah pembaca mulai melihat arah teks dengan lebih jelas dan memperoleh pijakan yang kuat untuk melangkah ke tahap penafsiran.
Dari Kata Penting ke Kata Kunci
Caranya sederhana. Bacalah perikop dengan tenang, lalu garis bawahi setiap kata yang terasa penting, seberapa pun banyaknya, tidak menjadi soal. Itulah Kata-kata Penting. Setelah itu, saringlah: dari semua yang digarisbawahi, manakah yang benar-benar penting? Pilih paling banyak tiga, lalu lingkari. Itulah Kata Kunci, bisa berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau sebuah ungkapan penting.
Ciri yang paling mudah dikenali adalah pengulangan: kata yang terus muncul biasanya sedang ditekankan oleh pengarang. Namun hati-hati, ada juga kata yang hanya muncul sekali tetapi justru menentukan. Karena itu, yang kita perhatikan bukan sekadar hitungan, melainkan tujuan perikop, alur pikiran pengarang, dan peranan kata itu dalam konteksnya.
Contohnya terlihat dalam Matius 6:25–34. Sebelum menafsirkan, garis bawahi terlebih dahulu kata-kata yang menonjol. Satu kata segera tampak berulang kali: khawatir. Kita belum menjelaskan maknanya, tetapi sudah dapat melihat persoalan yang menjadi perhatian utama dalam perikop. Di sinilah kekuatan Kata Kunci: membantu pembaca mengenali fokus teks sebelum melangkah ke penafsiran.
Mengapa Kata Kunci Penting?
Pertama, karena Allah bersabda melalui manusia secara manusia. Untuk memahami apa yang hendak disampaikan Allah, Gereja mengajak kita menyelidiki dengan cermat apa yang ingin dinyatakan para penulis suci melalui kata-kata mereka. Karena itu, memperhatikan kata bukan sekadar teknik membaca, melainkan bentuk penghormatan terhadap cara Allah menyampaikan Sabda-Nya melalui bahasa manusia.
Kedua, Kata Kunci membantu menyingkap penekanan dan arah perikop. Kata yang diulang, dipertentangkan, atau ditempatkan pada bagian penting sering menjadi petunjuk terhadap gagasan utama pengarang. Dengan mengenalinya, pembaca mulai melihat bagaimana sebuah perikop disusun dan ke mana teks sedang diarahkan.
Ketiga, mencari Kata Kunci – melatih disiplin membaca. Kita diajak kembali pada teks, membacanya berulang-ulang, dan mencatat apa yang sungguh tertulis, bukan apa yang kita harapkan atau duga ada di sana. Dari pengamatan inilah muncul pertanyaan untuk Langkah II – Menafsirkan: Apa arti kata ini? Mengapa pengarang menggunakannya? Bagaimana hubungannya dengan bagian lain dalam perikop?
Gerbang yang Terbuka
Menemukan Kata Kunci tampak sederhana, menggarisbawahi, melingkari, lalu memperhatikan kata-kata yang menonjol. Namun dari langkah sederhana inilah gerbang pemahaman mulai terbuka. Kata Kunci melatih kita melihat teks dengan lebih teliti, menjaga kerendahan hati di hadapan Sabda, dan menuntun kita mengikuti arah yang dibangun penulis suci. Ketika kita setia pada teks dan membacanya dalam terang Roh Kudus, kita semakin siap menangkap pesan yang hendak disampaikan Allah. Di situlah sukacita penemuan dimulai.
Selamat Meneliti. I See Jesus in You.
DAFTAR PUSTAKA
- Benedictus XVI (2010). Verbum Domini: Anjuran apostolik pascasinode tentang Sabda Allah dalam kehidupan dan misi Gereja (Seri Dokumen Gerejawi No. 125). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
- (1997). Katekismus Gereja Katolik Editio typica, art. 109–119. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
- Konsili Vatikan II. (1965). Dei Verbum: Konstitusi dogmatis tentang wahyu ilahi (Seri Dokumen Gerejawi). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
- Ottygea (2015). Buku Peserta Joy of Discovery. Kanisius