Banyak di antara kita pernah menerima undangan untuk menghadiri sebuah perjamuan atau pesta. Kita mendapat penghormatan dari tuan rumah untuk datang ke acara tersebut. Karena mendapat penghormatan, kita tentunya perlu mempersiapkan diri sebelum datang ke acara tersebut.
Tuhan (raja) juga telah mengundang banyak orang untuk ikut serta dalam kegembiraan bersama di surga (istana). Tetapi sangat disayangkan bahwa di antara para tamu, banyak pula yang tidak mau hadir memenuhi undangan dengan berbagai alasan, sehingga ruangan masih kosong. Karena itu Tuhan memberikan kesempatan (undangan) berikutnya kepada orang-orang lain yang tidak termasuk dalam undangan tahap pertama. Ternyata jauh lebih banyak yang menanggapi undangan tahap kedua ini, sehingga ruangan pesta menjadi penuh. Meskipun demikian, tetap saja ada orang yang tidak berpakaian selayaknya pergi ke pesta, sehingga orang tersebut akhirnya dikeluarkan dari ruangan.
Kita telah mendapat undangan dari Tuhan untuk masuk dalam kebahagiaan surga. Tuhan tidak memaksa kita untuk ikut undangan tersebut, keputusan ada di tangan kita sendiri. Bisa jadi kita termasuk golongan pertama yang mendapat undangan secara istimewa, tapi kita menolaknya. Karena itu Tuhan mengundang orang lain untuk memenuhi ruangan pesta (surga). Termasuk golongan pertama ataupun kedua, kita tetap harus mempersiapkan diri sehingga layak untuk hadir dalam ruangan. Tidak bisa kita hanya bermodal niat saja untuk bisa datang, persiapan hati juga penting untuk bekal dalam pesta. Hati kita pun harus pantas untuk ikut bersekutu. Jika hati kita tidak pantas, sudah pasti akan dibuang keluar.
Marilah kita menanggapi undangan Tuhan untuk ikut bersama dalam kebahagiaan surga, dengan mempersiapkan diri juga sehingga pantas masuk dalam ruangan pesta. Persiapan hati itu bisa dengan mengubah perilaku kita sehari-hari sehingga hati kita memiliki penampilan yang pantas untuk turut serta dalam kebahagiaan surga.