Kita hidup di dunia yang serba instan, di mana kita sering kali ingin melihat hasil tanpa harus melewati proses yang panjang dan melelahkan. Dalam kehidupan rohani, kita ingin segera menjadi dewasa, kuat, dan penuh hikmat, namun kita sering kali protes ketika Tuhan menaruh kita dalam situasi yang menekan dan tidak nyaman. Kita lupa bahwa karakter yang kokoh tidak terbentuk di atas puncak gunung keberhasilan, melainkan di dalam lembah kesulitan dan melalui proses pembersihan yang terkadang menyakitkan bagi ego kita.
Alkitab menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan seperti tanah liat di tangan seorang penjunan. Tanah liat itu tidak bisa membentuk dirinya sendiri; ia harus diletakkan di atas roda yang berputar, ditekan oleh tangan Sang Penjunan, dan akhirnya dibakar dalam perapian yang panas agar menjadi bejana yang kuat dan indah. Proses ini bukanlah bentuk penyiksaan, melainkan bentuk kasih dan perhatian yang mendalam. Jika Sang Penjunan membiarkan tanah liat itu apa adanya, ia hanya akan menjadi gumpalan tanah yang tidak berguna dan mudah hancur.
Sering kali kita merasa “ditekan” oleh keadaan atau “dibakar” oleh ujian hidup, dan kita bertanya-tanya mengapa Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Namun, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan Anda berada dalam tekanan melebihi kekuatan yang Ia berikan. Setiap tekanan itu bertujuan untuk membuang kerikil-kerikil kesombongan, ketidaksabaran, dan kemandirian yang salah dalam diri kita. Tuhan sedang membentuk Anda menjadi bejana yang mulia, yang siap digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dan bernilai kekal.
Janganlah menjadi tawar hati atau mencoba melarikan diri ketika Anda berada dalam masa pembentukan yang sulit. Belajarlah untuk berkata, “Jadilah kehendak-Mu,” dan percayalah sepenuhnya pada keahlian tangan Tuhan yang sedang merajut hidup Anda. Hasil akhir dari proses ini akan selalu jauh lebih indah daripada apa yang bisa Anda bayangkan. Pada saatnya nanti, Anda akan melihat kembali ke belakang dan bersyukur atas setiap proses yang pernah Anda lalui, karena itulah yang membuat Anda menjadi pribadi yang tangguh dan memancarkan kemuliaan-Nya.