Renungan Harian

31 December

31 December

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti penjunan ini, hai kaum Israel? Demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan penjunan, demikianlah kamu di tangan-Ku.”

Yeremia 18:6

Menikmati Proses Pembentukan di Tangan Sang Penjunan

Kita hidup di dunia yang serba instan, di mana kita sering kali ingin melihat hasil tanpa harus melewati proses yang panjang dan melelahkan. Dalam kehidupan rohani, kita ingin segera menjadi dewasa, kuat, dan penuh hikmat, namun kita sering kali protes ketika Tuhan menaruh kita dalam situasi yang menekan dan tidak nyaman. Kita lupa bahwa karakter yang kokoh tidak terbentuk di atas puncak gunung keberhasilan, melainkan di dalam lembah kesulitan dan melalui proses pembersihan yang terkadang menyakitkan bagi ego kita.

Alkitab menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan seperti tanah liat di tangan seorang penjunan. Tanah liat itu tidak bisa membentuk dirinya sendiri; ia harus diletakkan di atas roda yang berputar, ditekan oleh tangan Sang Penjunan, dan akhirnya dibakar dalam perapian yang panas agar menjadi bejana yang kuat dan indah. Proses ini bukanlah bentuk penyiksaan, melainkan bentuk kasih dan perhatian yang mendalam. Jika Sang Penjunan membiarkan tanah liat itu apa adanya, ia hanya akan menjadi gumpalan tanah yang tidak berguna dan mudah hancur.

Sering kali kita merasa “ditekan” oleh keadaan atau “dibakar” oleh ujian hidup, dan kita bertanya-tanya mengapa Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Namun, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan Anda berada dalam tekanan melebihi kekuatan yang Ia berikan. Setiap tekanan itu bertujuan untuk membuang kerikil-kerikil kesombongan, ketidaksabaran, dan kemandirian yang salah dalam diri kita. Tuhan sedang membentuk Anda menjadi bejana yang mulia, yang siap digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dan bernilai kekal.

Janganlah menjadi tawar hati atau mencoba melarikan diri ketika Anda berada dalam masa pembentukan yang sulit. Belajarlah untuk berkata, “Jadilah kehendak-Mu,” dan percayalah sepenuhnya pada keahlian tangan Tuhan yang sedang merajut hidup Anda. Hasil akhir dari proses ini akan selalu jauh lebih indah daripada apa yang bisa Anda bayangkan. Pada saatnya nanti, Anda akan melihat kembali ke belakang dan bersyukur atas setiap proses yang pernah Anda lalui, karena itulah yang membuat Anda menjadi pribadi yang tangguh dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Renungan Lainnya

11 January

11 January

Pesta Pembaptisan Tuhan Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17

Menyelami Misteri Pembaptisan Tuhan: Hidup sebagai Anak yang Dikasihi Allah Matius 3:13–17

Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan merupakan momen epifani yang menyingkapkan identitas mesianis Yesus sekaligus mengawali karya publik-Nya. Meskipun tanpa dosa, Yesus memilih untuk masuk ke dalam barisan orang berdosa yang datang kepada Yohanes untuk menerima baptisan pertobatan. Mengapa Yesus dibaptis? Mari kita simak renungan berikut ini …

02 January

02 January

Amsal 24:16

Bangkit Kembali dari Puing Kegagalan 2

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.”

30 December

30 December

Tesalonika 5:18

Rahasia Kedamaian dalam Hati yang Bersyukur

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”