Di tengah budaya digital yang sangat vokal saat ini, sangat mudah bagi kita untuk mengekspresikan kepedulian melalui kutipan bijak di media sosial atau sekadar mengucapkan “aku akan mendoakanmu” kepada teman yang sedang kesulitan. Namun, sering kali perhatian itu berhenti hanya sampai di bibir saja tanpa pernah berubah menjadi tindakan nyata. Kita merasa sudah cukup menjadi orang Kristen yang baik hanya dengan memiliki rasa simpati, padahal simpati tanpa aksi sebenarnya tidak memiliki kuasa untuk mengubah keadaan atau menyentuh hati orang yang sedang menderita.
Alkitab mengingatkan kita dengan sangat keras bahwa kasih yang sejati bukan terletak pada seberapa indah kata-kata yang kita ucapkan, melainkan pada seberapa nyata pengorbanan yang kita lakukan. Kasih Kristus kepada kita bukanlah kasih yang abstrak; Ia tidak hanya berkata Ia mengasihi kita dari surga, tetapi Ia turun ke dunia, menyentuh mereka yang kusta, memberi makan yang lapar, dan akhirnya menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib. Kasih sejati menuntut kita untuk “mengotori tangan”, meluangkan waktu yang berharga, atau mengeluarkan sumber daya yang kita miliki demi kepentingan orang lain.
Mempraktikkan kasih dalam perbuatan tidak selalu harus dimulai dengan proyek kemanusiaan yang besar. Sering kali, itu dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita: mendengarkan dengan sungguh-sungguh teman yang sedang kesepian, memberikan bantuan finansial diam-diam kepada tetangga yang kekurangan, atau membantu rekan kerja yang sedang kewalahan tanpa mengharapkan pujian. Kasih yang praktis adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh semua orang, bahkan oleh mereka yang belum mengenal Tuhan sekalipun, karena tindakan nyata memiliki suara yang jauh lebih lantang daripada khotbah mana pun.
Mari kita tantang diri kita sendiri hari ini untuk tidak hanya menjadi “pendengar” atau “pembicara” tentang kasih, tetapi menjadi pelaku kasih. Carilah satu orang di sekitar Anda yang sedang membutuhkan pertolongan dan lakukanlah sesuatu yang konkret untuk mereka hari ini. Jangan biarkan kasih Anda menguap menjadi sekadar niat baik yang tidak pernah terlaksana, karena melalui tindakan nyata itulah dunia dapat melihat bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup dan penuh kasih.