Renungan Harian

29 December

29 December

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.”

Amsal 24:16

Bangkit Kembali dari Puing Kegagalan

Kegagalan sering kali terasa seperti akhir dari segalanya, sebuah tembok besar yang menghentikan langkah dan membuat kita merasa tidak lagi berharga. Entah itu kegagalan dalam karier, kejatuhan dalam dosa yang sama berulang kali, atau hancurnya sebuah hubungan yang telah dibangun lama. Di saat-saat seperti itu, suara intimidasi di dalam pikiran kita biasanya mulai berkata bahwa Tuhan sudah selesai dengan kita, bahwa masa depan kita sudah tertutup, dan tidak ada lagi gunanya untuk mencoba kembali.

Namun, sejarah Alkitab adalah sejarah tentang bagaimana Tuhan menggunakan orang-orang yang pernah gagal total untuk mengerjakan rencana-Nya yang besar. Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali, namun ia dipulihkan menjadi pemimpin jemaat mula-mula; Daud pernah jatuh dalam dosa besar, namun ia dikenal sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan karena pertobatannya. Kegagalan di mata Tuhan bukanlah sebuah titik akhir, melainkan sebuah koma—sebuah proses pemurnian di mana kita belajar untuk berhenti mengandalkan kekuatan diri sendiri dan mulai bergantung sepenuhnya pada anugerah-Nya.

Perbedaan antara orang yang binasa dan orang yang dibenarkan bukanlah pada fakta apakah mereka pernah jatuh atau tidak, karena semua manusia pasti pernah jatuh. Perbedaannya terletak pada apa yang mereka lakukan setelah jatuh. Orang benar mungkin jatuh berkali-kali, namun ia tidak tinggal terpuruk di tanah; ia memilih untuk menatap kembali kepada salib Kristus, menerima pengampunan-Nya, dan membiarkan tangan Tuhan menariknya berdiri kembali. Kasih karunia Tuhan selalu lebih besar daripada kegagalan terbesar Anda, dan Ia adalah pakar dalam menyusun kembali kepingan hidup yang hancur menjadi sesuatu yang jauh lebih indah.

Jika saat ini Anda merasa sedang berada di dasar jurang kegagalan dan malu untuk datang kepada Tuhan, ingatlah bahwa tangan-Nya tetap terulur menunggu Anda. Jangan biarkan rasa bersalah mencuri masa depan yang telah Tuhan rancangkan bagi Anda. Kegagalan Anda kemarin tidak menentukan siapa Anda di mata Tuhan hari ini. Ambillah langkah iman untuk bangun, bersihkan debu kegagalan itu, dan mulailah melangkah lagi bersama-Nya, karena di dalam Tuhan, selalu ada kesempatan baru bagi mereka yang tidak menyerah.

Renungan Lainnya

11 January

11 January

Pesta Pembaptisan Tuhan Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17

Menyelami Misteri Pembaptisan Tuhan: Hidup sebagai Anak yang Dikasihi Allah Matius 3:13–17

Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan merupakan momen epifani yang menyingkapkan identitas mesianis Yesus sekaligus mengawali karya publik-Nya. Meskipun tanpa dosa, Yesus memilih untuk masuk ke dalam barisan orang berdosa yang datang kepada Yohanes untuk menerima baptisan pertobatan. Mengapa Yesus dibaptis? Mari kita simak renungan berikut ini …

02 January

02 January

Amsal 24:16

Bangkit Kembali dari Puing Kegagalan 2

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.”

31 December

31 December

Yeremia 18:6

Menikmati Proses Pembentukan di Tangan Sang Penjunan

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti penjunan ini, hai kaum Israel? Demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan penjunan, demikianlah kamu di tangan-Ku.”