Renungan Harian

25 December

25 December

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Matius 11:28

Menemukan Perhentian di Tengah Dunia yang Berlari

Dunia modern saat ini sering kali menilai harga diri seseorang berdasarkan seberapa sibuk jadwal hariannya dan seberapa banyak prestasi yang berhasil ia raih. Kita didorong untuk terus berlari, mengejar target, dan selalu terkoneksi dengan informasi tanpa henti hingga kita lupa caranya untuk berhenti sejenak. Akibatnya, banyak dari kita mengalami kelelahan jiwa yang kronis—sebuah kondisi di mana meskipun tubuh kita sudah beristirahat di atas tempat tidur, pikiran kita tetap merasa lelah, cemas, dan tidak pernah benar-benar merasa tenang.

Yesus memahami kelelahan manusia yang mendalam ini dan Ia memberikan sebuah undangan yang sangat lembut namun berkuasa. Ia tidak menawarkan jadwal liburan yang mahal atau pelarian sementara dari masalah, melainkan Ia menawarkan diri-Nya sendiri sebagai tempat perhentian. “Datanglah kepada-Ku,” kata-Nya, yang berarti solusi atas kelelahan jiwa kita bukanlah dengan berhenti bekerja secara fisik saja, melainkan dengan memindahkan beban berat yang selama ini kita pikul sendiri ke atas bahu-Nya yang kuat.

Mengikut Yesus bukan berarti beban hidup otomatis hilang, tetapi Ia memberikan “kuk” yang baru—sebuah kemitraan di mana kita tidak lagi berjalan sendirian. Ketika kita belajar dari-Nya, kita belajar untuk memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati, yang tidak lagi terobsesi dengan ambisi duniawi yang menyesakkan. Ketenangan sejati ditemukan ketika kita menyadari bahwa kita dicintai bukan karena apa yang kita kerjakan, melainkan karena siapa kita di mata-Nya. Di dalam hadirat-Nya, segala kebisingan dunia mereda dan jiwa kita mendapatkan kembali kekuatan yang baru.

Jika hari ini Anda merasa sedang memikul beban yang terlalu berat—entah itu beban pekerjaan, ekspektasi orang lain, atau dosa masa lalu—ingatlah bahwa Anda tidak diciptakan untuk menanggungnya sendirian. Jangan biarkan kesibukan mencuri waktu Anda untuk datang ke kaki Yesus. Ambillah waktu sejenak untuk meletakkan segala kekhawatiran Anda dan terimalah kelegaan yang hanya bisa diberikan oleh Sang Pencipta. Di situlah Anda akan menemukan bahwa dalam ketenangan dan kepercayaanlah terletak kekuatan Anda yang sesungguhnya.

Renungan Lainnya

11 January

11 January

Pesta Pembaptisan Tuhan Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17

Menyelami Misteri Pembaptisan Tuhan: Hidup sebagai Anak yang Dikasihi Allah Matius 3:13–17

Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan merupakan momen epifani yang menyingkapkan identitas mesianis Yesus sekaligus mengawali karya publik-Nya. Meskipun tanpa dosa, Yesus memilih untuk masuk ke dalam barisan orang berdosa yang datang kepada Yohanes untuk menerima baptisan pertobatan. Mengapa Yesus dibaptis? Mari kita simak renungan berikut ini …

02 January

02 January

Amsal 24:16

Bangkit Kembali dari Puing Kegagalan 2

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.”

31 December

31 December

Yeremia 18:6

Menikmati Proses Pembentukan di Tangan Sang Penjunan

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti penjunan ini, hai kaum Israel? Demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan penjunan, demikianlah kamu di tangan-Ku.”