Kita hidup di zaman yang memuja hasil akhir yang besar, pencapaian yang instan, dan pengakuan yang riuh. Sering kali kita merasa bahwa apa yang kita kerjakan hari ini—apakah itu rutinitas kantor yang monoton, tugas rumah tangga yang tidak pernah selesai, atau pelayanan di balik layar—tidak memiliki arti yang signifikan. Perasaan “tidak berguna” ini perlahan-lahan mengikis semangat kita, membuat kita melakukan segala sesuatu dengan setengah hati karena menganggap Tuhan hanya tertarik pada hal-hal besar yang spektakuler saja.
Bangsa Israel saat membangun kembali Bait Suci setelah pembuangan pun merasakan hal yang sama. Dibandingkan dengan kemegahan Bait Suci zaman Salomo, apa yang mereka bangun saat itu terlihat kecil, sederhana, dan bahkan remeh bagi mata manusia. Namun, melalui Nabi Zakharia, Tuhan memberikan teguran sekaligus penghiburan yang keras: jangan meremehkan hari di mana peristiwa-peristiwa kecil terjadi. Bagi Tuhan, kesetiaan dalam meletakkan batu pertama yang sederhana jauh lebih berharga daripada kemegahan yang dibangun dengan motivasi yang salah.
Setiap tugas yang tampak sepele di mata kita sebenarnya adalah sebuah “tes kesetiaan” yang sedang Tuhan pantau. Tuhan sering kali menggunakan rutinitas yang membosankan untuk membentuk otot karakter kita agar siap memikul tanggung jawab yang lebih besar di masa depan. Jika kita tidak bisa menemukan Tuhan dalam pekerjaan yang tidak terlihat oleh orang lain, kita mungkin tidak akan pernah siap ketika Dia menempatkan kita di tempat yang tinggi. Setiap senyuman kepada rekan kerja, setiap kejujuran dalam laporan keuangan, dan setiap doa yang dipanjatkan dalam sunyi adalah investasi kekal di hadapan-Nya.
Oleh karena itu, berhentilah mengeluh bahwa hidup Anda belum menghasilkan sesuatu yang “besar” menurut standar dunia. Fokuslah untuk memberikan yang terbaik pada apa yang ada di tangan Anda saat ini, sekecil apa pun itu, seolah-olah Anda melakukannya langsung untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah salah menilai sebuah ketulusan; Dia melihat setiap keringat yang tertumpah dalam kesunyian. Jadikan hari ini sebagai persembahan yang hidup, karena di tangan Tuhan, perkara-perkara kecil yang dilakukan dengan kasih yang besar akan menghasilkan dampak yang abadi.