Renungan Harian

22 December

22 December

“Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ‘Tuhan, tolonglah aku!'”

Matius 14:30

Fokus pada Wajah-Nya, Bukan pada Badai

Sering kali kehidupan berjalan seperti pelayaran yang tenang, namun tiba-tiba badai masalah datang menghantam tanpa peringatan. Entah itu diagnosa penyakit yang mengejutkan, pemutusan hubungan kerja yang tiba-tiba, atau konflik keluarga yang meledak begitu saja. Di momen-momen seperti itu, reaksi alami manusiawi kita adalah panik. Kita merasa perahu kehidupan kita terlalu kecil untuk menghadapi ombak masalah yang begitu besar, dan ketakutan perlahan mulai menenggelamkan logika serta iman yang selama ini kita pegang teguh.

Petrus pernah mengalami situasi serupa di tengah Danau Galilea. Ia melakukan sesuatu yang mustahil—berjalan di atas air mendatangi Yesus. Selama matanya terkunci pada tatapan Yesus, ia berjalan di atas keajaiban. Namun, detik di mana ia mengalihkan pandangannya dari Yesus dan mulai memperhatikan betapa kencangnya tiupan angin serta tingginya ombak, logikanya mengambil alih. Ia mulai menghitung risiko, rasa takut menyusup masuk, dan seketika itu juga mukjizat berhenti; ia mulai tenggelam bukan karena ia tidak bisa berenang, tetapi karena imannya bocor oleh keraguan.

Kisah ini adalah cerminan jujur dari kehidupan rohani kita sehari-hari. Kita sering kali “tenggelam” dalam kecemasan dan stres bukan karena masalahnya terlalu besar bagi Tuhan, melainkan karena kita terlalu sibuk memandangi “angin dan ombak” masalah itu. Semakin lama kita menatap masalah, masalah itu akan terlihat semakin raksasa dan Tuhan terlihat semakin kecil. Kita lupa bahwa badai yang ada di sekeliling kita tetap tunduk pada Pribadi yang berdiri di hadapan kita.

Jika hari ini Anda merasa air mulai naik sampai ke leher dan Anda hampir tenggelam dalam keputusasaan, itu adalah tanda untuk segera mengoreksi fokus pandangan Anda. Berhentilah menganalisis seberapa buruk situasi Anda, dan mulailah berteriak memanggil nama-Nya. Tangan Tuhan yang dulu menangkap Petrus adalah tangan yang sama yang siap menarik Anda keluar dari kekacauan saat ini. Arahkan kembali mata Anda kepada Yesus, sebab di mana ada fokus pada-Nya, di situ badai kehilangan kuasanya untuk menenggelamkan Anda.

Renungan Lainnya

11 January

11 January

Pesta Pembaptisan Tuhan Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17

Menyelami Misteri Pembaptisan Tuhan: Hidup sebagai Anak yang Dikasihi Allah Matius 3:13–17

Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan merupakan momen epifani yang menyingkapkan identitas mesianis Yesus sekaligus mengawali karya publik-Nya. Meskipun tanpa dosa, Yesus memilih untuk masuk ke dalam barisan orang berdosa yang datang kepada Yohanes untuk menerima baptisan pertobatan. Mengapa Yesus dibaptis? Mari kita simak renungan berikut ini …

02 January

02 January

Amsal 24:16

Bangkit Kembali dari Puing Kegagalan 2

“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.”

31 December

31 December

Yeremia 18:6

Menikmati Proses Pembentukan di Tangan Sang Penjunan

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti penjunan ini, hai kaum Israel? Demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan penjunan, demikianlah kamu di tangan-Ku.”